<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Obat Tradisional &#187; Obat Tradisional Nafsu Makan</title>
	<atom:link href="http://www.obat-tradisional.info/category/obat-tradisional-nafsu-makan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.obat-tradisional.info</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 22:26:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kumpulan Aneka Obat-Obatan Tradisional Indonesia</title>
		<link>http://www.obat-tradisional.info/kumpulan-aneka-obat-obatan-tradisional-indonesia.html</link>
		<comments>http://www.obat-tradisional.info/kumpulan-aneka-obat-obatan-tradisional-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 07:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obat]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Asma]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Batuk]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Bisul]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Cacingan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Demam Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Masuk Angin]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Mimisan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Nafsu Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Panu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Sakit Gigi]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Sakit Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Demam Berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Luka Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[air kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[batuk]]></category>
		<category><![CDATA[bawang merah]]></category>
		<category><![CDATA[beras kencur]]></category>
		<category><![CDATA[Cara]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dan pilek]]></category>
		<category><![CDATA[jambu biji]]></category>
		<category><![CDATA[Mata]]></category>
		<category><![CDATA[minyak kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[obat tradisional  Batuk berlendir]]></category>
		<category><![CDATA[obat tradisional  Batuk karena angin atau dahak susah keluar]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional  Biduran atau kaligata]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional  Congekan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional  Keringat buntet]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional  Luka-luka berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional  Mata bintitan]]></category>
		<category><![CDATA[obat tradisional  pilek]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Batuk seratus hari]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Benjol karena benturan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Diare]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Digigit nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Koreng atau borok kepala]]></category>
		<category><![CDATA[obat tradisional maag]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Mata merah]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional menambah Tak nafsu makan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Muntah-muntah]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Penurun panas]]></category>
		<category><![CDATA[obat tradisional Perut kembung]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional sariawan]]></category>
		<category><![CDATA[pada]]></category>
		<category><![CDATA[sendok]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.obat-tradisional.info/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Penurun panas, batuk, dan pilek

Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan [...]


Artikel Yang Berhubungan:<ol><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/kumpulan-resep-obat-obat-alami-untuk-anak.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kumpulan Resep Obat Obat Alami Untuk Anak'>Kumpulan Resep Obat Obat Alami Untuk Anak</a></li><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/aneka-obat-tradisional-untuk-anak.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aneka Obat Tradisional Untuk Anak'>Aneka Obat Tradisional Untuk Anak</a></li><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/obat-tradisional-bisul-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Obat Tradisional Bisul'>Obat Tradisional Bisul</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><img class="alignright size-full wp-image-449" title="kumpulan aneka obat tradisional indonesia" src="http://www.obat-tradisional.info/wp-content/uploads/2009/12/Motherbaby1.jpg" alt="kumpulan aneka obat tradisional indonesia" width="285" height="216" />Penurun panas, batuk, dan pilek</strong></em></p>
<ul>
<li>Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya  yang minum ramuan tersebut.</li>
<li>Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak.</li>
<li>Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.</li>
</ul>
<p><em><strong>Perut kembung<br />
</strong></em></p>
<ul>
<li>Parut bawang merah dan tambahkan minyak telon.  Kemudian tapelkan bawang yang sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun jarak pagar yang dihangatkan.</li>
<li>Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.</li>
</ul>
<p><em><strong>Diare</strong></em></p>
<ul>
<li>Sediakan 1/2 jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dipotong-potong, 7 pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4 sendok teh, rebus dengan api kecil. Minum airnya, 1 sendok teh satu jam sekali. Untuk mengusir gas, maka pusarnya ditapeli dengan parutan bawang merah yang sudah diberi minyak telon.</li>
<li>Untuk anak yang sudah agak besar, boleh juga dengan mengunyah halus pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih ditambah garam lalu ditelan.</li>
</ul>
<p><em><strong><br />
Muntah-muntah</strong></em></p>
<ul>
<li>Muntah bisa disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan 1/2 sendok teh ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam, dan air setengah gelas. Kemudian direbus. Setelah dingin, berikan ke anak sedikit-sedikit, sesering mungkin atau 2 jam sekali.</li>
<li>Boleh juga dibuatkan air beras kencur. Caranya, cuci 1 sendok makan beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut sampai berwarna kecokelatan, lalu ditumbuk halus bersama dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit, dan 1/4 sendok teh adas manis. Setelah itu diseduh dengan air panas, tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam jawa. Saring, lalu diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.</li>
</ul>
<p><strong><em>Batuk</em></strong></p>
<ul>
<li>Sediakan air jeruk nipis 1 sendok makan ditambah madu 2 sendok makan dan air matang 2 sendok makan. Masukkan dalam cangkir dan kukus. Setelah agak dingin, minumkan pada anak sebanyak 1-2 sendok teh.</li>
<li>Berikan sehari 5 kali.</li>
</ul>
<p><em><strong>Batuk seratus hari</strong></em></p>
<ul>
<li>Sediakan umbi bidara upas sebesar 1/2 jempol yang sudah bersih, parut dan seduh dengan air panas, lalu aduk-aduk dan dinginkan. Saring dan tambahkan sedikit madu. Minum sampai habis.</li>
<li>Buatlah ramuan ini 3 kali sehari.</li>
<li>Bisa juga gunakan ramuan lidah buaya. Lidah buaya dikupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya sebanyak dua jari, kemudian dicacah. Tambahkan air hangat dan madu, lalu diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.</li>
</ul>
<p><em><strong><br />
Batuk karena angin atau dahak susah keluar</strong></em></p>
<ul>
<li>Sediakan 1 butir bawang merah diparut, 1 ruas jari jahe diparut dan diperas airnya, 7 butir adas manis, 1 ruas jari kunyit diparut dan diperas airnya, 1 sendok makan air jeruk nipis, dan 1/2 gelas air. Masukkan semua bahan di cangkir, kemudian kukus dan setelah itu saring. Minum 3 kali sehari</li>
<li>masing-masing 2 sendok teh.</li>
</ul>
<p><strong><br />
Batuk berlendir<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Campurkan air jahe 1 sendok makan, air kunyit 1 sendok makan, bawang putih 1 siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok makan, madu 1 sendok makan, dan 3 sendok makan air matang, kemudian dikukus.</li>
<li>Diminumkan 3-4 kali sehari 2 sendok teh.</li>
</ul>
<p><em><strong>Pilek</strong></em></p>
<ul>
<li>Siapkan bawang merah yang diparut, lalu tapelkan pada tulang leher ketujuh (bagian tengkuk) dan ubun-ubun anak setelah sebelumnya diolesi minyak kayu putih. Beri juga minuman yang hangat-hangat, seperti minuman beras kencur.</li>
<li>Selain itu, jemur anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 atau di bawah jam 9 pagi. Panaskan bagian dada seperempat jam dan kemudian punggung seperempat jam. Ini bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.</li>
</ul>
<p><em><strong>Mata bintitan</strong></em></p>
<ul>
<li>Ambil getah dari batang tanaman patikan kebo atau getah dari batang pohon meniran.</li>
<li>Tempelkan sedikit pada kapas, lalu oleskan pada bagian bintitnya, sedikit saja, jangan sampai terkena mata.</li>
</ul>
<p><em><strong><br />
Mata merah</strong></em></p>
<ul>
<li>Taruh 3 lembar daun sirih yang sudah dicuci bersih pada wadah mangkok. Seduh dengan air panas.</li>
<li>Setelah airnya dingin, minta anak untuk mengedip-ngedipkan matanya dalam air tersebut.</li>
</ul>
<p><em><strong><br />
Sariawan<br />
</strong></em></p>
<ul>
<li>Ambil sebuah tomat matang, seduh dengan air panas dan kupas kulitnya. Haluskan tomat tersebut  dengan menggunakan sendok, saring dan tambahkan sedikit gula.</li>
<li>Beri anak minumam sari tomat tersebut.</li>
</ul>
<p><em><strong><img class="alignright size-full wp-image-450" title="resep obat tradisional penyakit anak" src="http://www.obat-tradisional.info/wp-content/uploads/2009/12/kreatifk.jpg" alt="resep obat tradisional penyakit anak" width="170" height="178" />Tak nafsu makan</strong></em></p>
<ul>
<li>Menurut Endah, hilangnya nafu makan dapat disebabkan cacingan atau hal lain seperti masuk angin. Cara mengatasinya, bersihkan 1 lembar daun jarak pagar, setelah itu hangatkan sebentar di atas tutup panci. Beri olesan minyak kelapa pada daun tersebut dan dipilin, kemudian tempelkan daun tersebut di atas pusar anak, yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak telon.</li>
<li>Bila usia anak sudah lebih dari setahun, coba berikan ramuan 1 telapak tangan daun pepaya, 1 ruas jari temu hitam/temu ireng, seruas jari tempe bosok (tempe kemarin), dan sedikit garam. Semua bahan ditumbuk halus, lalu peras pakai kain dan masukkan ke mulut anak. “Khasiat temu hitam untuk mengeluarkan cacing, sedangkan daun pepaya untuk menambah nafsu makannya, dan tempe bosok untuk stamina atau kekuatan tubuhnya.</li>
<li>Untuk menambah nafsu makan anak bisa juga dengan ramuan: 1 ruas jari temulawak, gula merah, air secukupnya, dan sedikit garam, kemudian rebus dan saring. Minumkan pada anak 1-2 sendok makan sehari</li>
</ul>
<p><em><strong>Mimisan</strong></em></p>
<ul>
<li>Selembar daun sirih yang sudah dicuci bersih dipilin dan disumpalkan ke hidung anak. Untuk pengobatan dari dalam tubuh lakukan dengan ramuan: 1/2 jempol umbi bidara upas yang sudah bersih diparut dan diseduh dengan 1</li>
<li>cangkir air panas, kemudian disaring, dan setelah dingin diminumkan ke anak ditambah sedikit madu.</li>
</ul>
<p><em><strong><br />
Benjol karena benturan</strong></em></p>
<ul>
<li>Rendam 1 sendok makan beras. Tumbuk bersama kencur dan beri sedikit garam. Setelah halus, tempelkan ke bagian yang benjol.</li>
<li>Bisa juga diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi madu, setelah itu dioleskan ke bagian yang benjol.</li>
</ul>
<p><em><strong>Keringat buntet</strong></em></p>
<ul>
<li>Sesering mungkin dibedaki tepung kanji.</li>
</ul>
<p><em><strong>Congekan</strong></em></p>
<ul>
<li>Cuci bersih 3 lembar daun miana atau 7 lembar daun sambiloto segar atau lengkuas merah muda, lalu tumbuk halus. Peras pakai kain bersih dan teteskan air perasannya ke telinga.</li>
<li> Lakukan dua kali sehari, masing-masing 3 tetes.</li>
</ul>
<p><em><strong>Panu</strong></em></p>
<ul>
<li>Dua jari langkuas merah diparut dan diberi sedikit cuka, oles-oleskan pagi dan sore atau malam hari pada bagian tubuh yang berpanu tersebut.</li>
</ul>
<p><em><strong><br />
Koreng atau borok kepala</strong></em></p>
<ul>
<li>Batang brotowali dipotong-potong sebanyak 5 jari.  Rebus dengan sedikit air, oleskan pada bagian kepala.</li>
<li>Bisa juga diberi ramuan: daun brotowali, parutan kunyit dan sedikit garam ditumbuk halus. Oleskan ke kepala. Boleh juga hanya dengan kunyit saja.</li>
</ul>
<p><em><strong>Sakit gigi</strong></em></p>
<ul>
<li>Bawang putih diparut, ditambah sedikit garam, kemudian sumpal ke gigi yang sakit karena berlubang.</li>
</ul>
<p><em><strong><br />
Digigit nyamuk</strong></em></p>
<ul>
<li>Hilangkan bekas gigitannya dengan tanaman sambiloto yang diremas-remas dan dioleskan ke bagian bekas gigitan tersebut.</li>
<li>Kalau tak ada sambiloto bisa digunakan minyak sereh.</li>
</ul>
<p><em><strong><br />
Asma</strong></em></p>
<ul>
<li>Sepuluh siung bawang putih diparut, ditambah madu 1 gelas, kemudian dikukus.</li>
<li>Berikan pada anak sebanyak 1 sendok teh, dua kali sehari.</li>
<li>Bisa juga, 10 siung bawang putih diparut, 1 ons gula batu, direbus bersama 1 gelas air.</li>
</ul>
<p><em><strong><br />
<img class="alignright size-full wp-image-451" title="aneka obat tradisional" src="http://www.obat-tradisional.info/wp-content/uploads/2009/12/aneka-obat-tradisional.jpg" alt="aneka obat tradisional" width="188" height="265" />Luka-luka berdarah</strong></em></p>
<ul>
<li>Cuci bersih daun jambu biji atau daun bandotan, kemudian remas-remas.</li>
<li>Tapelkan pada luka tersebut. Darah akan berhenti segera.</li>
</ul>
<p><em><strong>Keracunan</strong></em></p>
<ul>
<li>Minum air kelapa hijau muda 3 kali sehari 1/4 gelas.</li>
</ul>
<p><em><strong><br />
Biduran atau kaligata</strong></em></p>
<ul>
<li>Balurkan tubuh dengan minyak telon, minyak kayu putih atau minyak tawon. Untuk ramuan minum: 1 jari temulawak dipotong-potong, beri sedikit gula merah, dan garam direbus dengan 1 gelas air.</li>
<li>Saring dan bila sudah dingin diminumkan 3 kali sehari 1/4 gelas.</li>
</ul>
<p>Sumber : lenteraara.wordpress.com</p>


<p>Artikel Yang Berhubungan:<ol><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/kumpulan-resep-obat-obat-alami-untuk-anak.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kumpulan Resep Obat Obat Alami Untuk Anak'>Kumpulan Resep Obat Obat Alami Untuk Anak</a></li><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/aneka-obat-tradisional-untuk-anak.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aneka Obat Tradisional Untuk Anak'>Aneka Obat Tradisional Untuk Anak</a></li><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/obat-tradisional-bisul-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Obat Tradisional Bisul'>Obat Tradisional Bisul</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.obat-tradisional.info/kumpulan-aneka-obat-obatan-tradisional-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khasiat Lain Pepaya</title>
		<link>http://www.obat-tradisional.info/khasiat-lain-pepaya.html</link>
		<comments>http://www.obat-tradisional.info/khasiat-lain-pepaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 22:25:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Info tanaman obat]]></category>
		<category><![CDATA[Kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Khasiat Buah dan Sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Anemia]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Influenza]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Luka Melepuh]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Masuk Angin]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Melancarkan Asi]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Nafsu Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Radang Ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Sakit Ketika Haid]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Susah buang Air Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Luka Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional Rematik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.obat-tradisional.info/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman pepaya dikenal sebagai tanaman multiguna, karena hampir seluruh bagian tanaman mulai dari akar hingga daun bermanfaat bagi manusia maupun hewan. Tanaman pepaya dapat dimanfaatkan sebagai makanan, minuman, obat, kecantikan mau- pun sebagai pakan ternak. Khasiat buah pepaya telah dibahas dalam artikel (1) sebelumnya. Berikut adalah dosis pemakaian dan penggunaan pepaya sebagai obat.
Untuk pemakaian luar, [...]


Artikel Yang Berhubungan:<ol><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/khasiat-daun-pepaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: khasiat Daun Pepaya'>khasiat Daun Pepaya</a></li><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/pepaya-mengatasi-luka-melepuh-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pepaya Mengatasi Luka Melepuh'>Pepaya Mengatasi Luka Melepuh</a></li><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/khasiat-daun-pepaya-dan-demam-berdarah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khasiat Daun Pepaya dan Demam Berdarah'>Khasiat Daun Pepaya dan Demam Berdarah</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-251" title="papaya" src="http://www.obat-tradisional.info/wp-content/uploads/2009/07/papaya-150x134.jpg" alt="papaya" width="150" height="134" />Tanaman pepaya dikenal sebagai tanaman multiguna, karena hampir seluruh bagian tanaman mulai dari akar hingga daun bermanfaat bagi manusia maupun hewan. Tanaman pepaya dapat dimanfaatkan sebagai makanan, minuman, obat, kecantikan mau- pun sebagai pakan ternak. Khasiat buah pepaya telah dibahas dalam artikel (1) sebelumnya. Berikut adalah dosis pemakaian dan penggunaan pepaya sebagai obat.</p>
<p><strong>Untuk pemakaian luar, </strong>caranya pepaya direbus lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian yang sakit, atau getah dioleskan pada bagian yang sakit.</p>
<p><strong>Sedangkan untuk pemakaian dalam</strong>, gunakan 30-60 gram bahan segar yang direbus atau dihaluskan menjadi jus.</p>
<p><strong>Gunakan untuk kapalan, tumit pecah-pecah, luka, panu, digigit serangga. </strong></p>
<p><em>Caranya,</em> buah pepaya muda dipotong ujungnya lalu ambil getahnya dengan menggunakan kapas, lalu oleskan pada bagian kulit yang sakit. Buah pepaya mengkal diblender atau dihaluskan, lalu airnya dioleskan pada bagian yang sakit. Lakukan secara rutin.</p>
<p><strong>Mengatasi ubanan sebelum waktunya</strong>.</p>
<p><em>Caranya,</em> gunakan 30 gram biji pepaya yang telah matang disangrai kemudian dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan 1 sendok makan minyak kelapa, aduk rata lalu dioleskan pada rambut hingga merata. Biarkan selama 1-2 jam setelah itu bersihkan. Lakukan 1 kali seminggu.<br />
<strong><br />
Untuk melancarkan ASI.</strong></p>
<p><em>Caranya :</em> Gunakan 30 gram daun pepaya diremas-remas, lalu diletakan di atas api hingga daun menjadi layu, dan tempelkan daun pepaya selagi hangat di sekeliling payudara, kecuali bagian putingnya.</p>
<p><strong>Pada penderita luka bakar.</strong></p>
<p><em>Caranya : </em>gunakan getah pepaya muda dioleskan pada luka bakar, atau pepaya muda dihaluskan kemudian dibalurkan pada bagian yang sakit (dikompres).</p>
<p><strong>Untuk mengobati jerawat.</strong></p>
<p><em>Caranya :</em> Gunakan 30 gram daun pepaya yang sudah tua dijemur sebentar kemudian dihaluskan tambahkan 30 cc air, kemudian gunakan sebagai masker pada bulit yang berjerawat. Getah pohon pepaya muda dioleskan pada kulit yang berjerawat. Lakukan seacra rutin hingga jerawat kering. Hindari terkena mata.<br />
<strong><br />
Pada pasien rematik</strong></p>
<p><em>Caranya : </em>Gunakan 30 gram akar pepaya, 20 gram daun jeruk nipis, 15 gram sambiloto segar, 20 gram daun ketepeng china, 30 gram daun sirih segar, 5 buah cabai rawit, semuanya dihaluskan lalu direndam dalam alkohol 75 persen selama 7 hari, kemudian diperas dan disaring. Airnya digunakan untuk menggosok dan mengurut bagian yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari. Atau gunakan 1/2 sendok teh getah pepaya gantung, 1/2 sendok teh getah batang sesuru, minyak kayu putih secukupnya diaduk rata lalu digunakan untuk menggosok bagian yang sakit.</p>
<p><strong>Bila menderita susah buang air besar</strong></p>
<p><em>Caranya : </em> Gunakan 300 gram pepaya masak yang telah dikupas kulitnya kemudian direncam dengan air garam secukupnya lalu dimakan. Lakukan dua kali sehari. Konsumsikan pepaya matang secara teratur.</p>
<p><strong>Mengobati radang ginjal</strong></p>
<p><em>Caranya : </em>dapat menggunakan 30 gram akar pepaya dibersihkan, direbus dengan 800 cc hingga tersisa 450 cc, saring tambahkan madu secukupnya dan diminum 3 kali sehari masing-masing 150 cc. Atau gunakan 30 gram akar pepaya dibersihkan, 30 sendok, 15 gram tanaman kumis kucing segar, 30 akar alang-alang direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, kemudian disaring dan diminum. Lakukan 2 kali sehari masing-masing 200 cc.</p>
<p><strong>Bila menderita sakit perut saat haid</strong></p>
<p><em>Caranya : </em>Gunakan 30 gram daun pepaya, 30 gram kencur, 15 gram buah asam, garam secukupnya ditumbuk hingga halus tambahkan air masak secukupnya lalu diperas hingga tertampung 200 cc, dan diminum pada saat haid.</p>
<p><strong>Untuk haid yang berlebihan</strong></p>
<p><em>Caranya : </em>Gunakan 200 gram pepaya muda, 100 gram rimpang teratai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum dan bahan lainnya dimakan.<br />
Sedangkan untuk mengobati panas dalam pada anak-anak, gunakan 200 gram buah pepaya matang, 300 gram labu parang/labu kuning, gula batu secukupnya, diblender dengan air secukupnya dan diminum.</p>
<p><strong>Mengatasi influenza</strong></p>
<p><em>Caranya : </em>Gunakan 20 gram biji pepaya, 10 gram jahe, 15 gram lempuyang wangi, 2 siung bawang putih direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 300 cc, tambahkan 2 sendok makan air jeruk nipis, madu secukupnya dan diminum 3 kali sehari, setiap kali minum 100 cc.</p>
<p><strong>Untuk pasien rematik</strong></p>
<p><em>Caranya : </em>Gunakan 60 gram daun pepaya, 15 gram jahe merah direbus dengan 400 cc air hingga 200 cc lalu disaring <img class="alignright size-thumbnail wp-image-252" title="full-papaya-tree" src="http://www.obat-tradisional.info/wp-content/uploads/2009/07/full-papaya-tree-150x150.jpg" alt="full-papaya-tree" width="150" height="150" />dan diminum selagi hangat. Atau gunakan 30 gram buah pepaya setengah matang, 15 gram jahe merah direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum 2 kali sehari masing-masing 150 cc.</p>
<p><strong>Mengobati penderita anemia</strong></p>
<p><em>Caranya : </em>Gunakan 30 gram daun pepaya, 20 gram daun blustru, 20 gram daun selasih, 10 gram lempuyang direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc lalu disaring, dan diminum airnya 2 kali sehari masing-masing 200 cc.</p>
<p><strong>Menderita masuk angin</strong></p>
<p><em>Caranya : </em>Gunakan 60 gram daun pepaya, 20 gram daun sembung, 10 gram jahe, 3 batang sereh, 10 butir cengkeh, 1/2 sendok teh jintan, 30 gram gula aren/gula merah direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc, lalu disaring dan diminum airnya 3 kali sehari masing-masing 150 cc.</p>
<p><strong>Untuk meningkatkan nafsu makan</strong></p>
<p><em>Caranya : </em>Gunakan 100 gram daun pepaya muda segar dihaluskan, tambahkan 200 cc air masak lalu disaring dan tambahkan madu secukupnya lalu diminum, lakukan 2-3 kali sehari.</p>
<p>Sumber : tanaman-obat.com</p>


<p>Artikel Yang Berhubungan:<ol><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/khasiat-daun-pepaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: khasiat Daun Pepaya'>khasiat Daun Pepaya</a></li><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/pepaya-mengatasi-luka-melepuh-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pepaya Mengatasi Luka Melepuh'>Pepaya Mengatasi Luka Melepuh</a></li><li><a href='http://www.obat-tradisional.info/khasiat-daun-pepaya-dan-demam-berdarah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khasiat Daun Pepaya dan Demam Berdarah'>Khasiat Daun Pepaya dan Demam Berdarah</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.obat-tradisional.info/khasiat-lain-pepaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
